Fisika Manis

Selasa, 22 Mei 2012

Efek Meissner


Efek meissner adalah fenomena yang sejauh ini, hanya berlaku di superkonduktor dimana eksternal medan magnet itu hanya dapat menembus superkonduktor untuk jarak yang sangat pendek, tidak seperti konduktor-konduktor yang biasa. Jarak ini, dinamakan London Penetration Depth, mempunyai inisial lambda (λ) dan untuk kebanyakan superkonduktor, jarak ini berukur sekitar 100 nm. Dari penjelasan diatas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa semakin dalam eksternal medan magnet mencoba untuk “menembus” superkonduktor, kekuatan medan magnet tersebut akan berkurang secara eksponensial. Jadi, apakah bukti bahwa Meissner Effect ini benar-benar ada? Salah satunya adalah, kita bisa menaruh magnet diatas superkonduktor dan magnet itu akan melayang (kalau magnet itu tidak melayang, itu menunjukkan bahwa medan dari magnet tersebut menembus superkonduktor). Tentu saja kalau magnet itu terlalu berat, gaya gravitasi dari magnet tersebut akan lebih besar dan magnet itu tidak melayang.
Tetapi, fenomena ini tidak akan terjadi kalau medan magnet disekitar superkonduktor itu terlalu besar dan superkonduktor ini akan menjadi konduktor biasa. Karena ini, superkonduktor bisa dibedakan menjadi dua kategori. Katergori pertama, medan magnet akan dapat menembus superkonduktor jika eksternal medan magnet ini mencapai nilai tertentu yang dinamakan, critical field. Bukan hanya itu, superkonduktor ini akan mempunyai hambatan setelah ini. Tetapi, untuk superkonduktor dari kategori kedua, yang biasanya merupakan material-material kompleks seperti Vanadium, Niobium ataupun Technetium, mereka mempunyai dua critical field. Setelah kekuatan eksternal medan magnet telah mencapai critical field yang pertama, medan magnet akan dapat menembus superkonduktor itu meskipun superkonduktor itu tidak mempunyai hambatan sama sekali. Setelah medan magnet ini mencapai critical field yang kedua, barulah superkonduktor ini mempunyai hambatan.
Superkonduktor supertipis yang dibuat dari logam timbal dengan ukuran ketebalan hanya dua lapis atom Pb telah diciptakan dan dikembangkan oleh Fisikawan di Universitas Texas, Austin USA. Dr. Ken Shih dan koleganya melaporkan sifat-sifat superkonduktornya pada Science Superkondukor adalah unsur atau paduan logam dimana bila didinginkan mendekati titik nol absolute (0 0K), maka akan kehilangan nilai hambatan listriknya sehingga superkonduktor dapat menghantarkan arus listrik tanpa kehilangan energi dalam bentuk apapun (meskipun dalam setiap eksperimen hal ini sulit terjadi). Bukan berarti superkonduktot tidak memiliki hambatan sama sekali melainkan nilai hambatannya dapat diabaikan.
Superkonduktor sangat unik dikarenakan superkonduktor dapat menyimpan arus listrik dalam jarak waktu tertentu meskipun tidak ada sumber listrik yang terhubungan dengannya. Selain itu superkonduktor telah banyak diaplikasikan seperti pada mesin MRI, peralatan akselerator partikel, peralatan penelitian bidang quantum, dan berbagai macam aplikasi yang lain.

2 komentar:

  1. Artikelnya bagus..
    dari artikel ini kita mendapatkan pengetahuan baru. utamanya ilmu tentang fisika.

    BalasHapus
  2. artikel ini cukup menarik, banyak hal baru yang bs ketahui lewat fisika.

    BalasHapus